JUST ARRIVED
 BESTSELLERS

 RECOMMENDED

 CLEARANCE

 COMING SOON

  BUKU

AGAMA & FILSAFAT

BAHASA

BUKU ANAK & REMAJA

BUKU IMPORT

BUKU SEKOLAH

BUKU TEKS

EKONOMI

HOBI & INTEREST

HUKUM

KEDOKTERAN

KESEHATAN

KESEKRETARIATAN

KEWANITAAN

KOMPUTER

MAJALAH

MANAJEMEN & BISNIS

PARIWISATA & PETA

PENGEMBANGAN DIRI & KARIR

PERTANIAN

PSIKOLOGI & PENDIDIKAN

REFERENSI & KAMUS

SASTRA & NOVEL
  CERITA NYATA
  NOVEL INDONESIA
  NOVEL TERJEMAHAN
  SASTRA
SOSIAL POLITIK

TEKNIK

  AUDIO VIDEO & GAMES

  MUSIK & SPORT

  STATIONERY

  FANCY

  KOMPUTER

  ELEKTRONIK

  LIFE STYLE

HOME > BUKU > SASTRA & NOVEL
HOME > BUKU > SASTRA & NOVEL > SASTRA



Boys Will Be Boys   Boys Will Be Boys
by Ryandi Rachman


Customer Rating:
Click here to review this item.


Product ID: 768721
Availability: LIMITED STOCK
click here to be notified. Bonus: -

 
List Price: Rp 33.500
Online Price: Rp 28.475
You Save: Rp 5.025 (15%)





add to wish list +



 
Share |
Synopsis

Berbeda dengan tawuran biasanya yang terjadi antarsekolah. Gue dan teman-teman harus bersikap menghadapi tawuran dengan warga sekitar. Seperti suatu siang ketika kami pulang sekolah:
“ndil, musuh ndil!� seru baim tiba-tiba
“aman, im?� tanya gue
“wol!!! Catooe..doeeaaa...tigaaa....ciyyaaaaaa!�
Suara warga yang bersiap menyerang sudah terdengar.
Kami diserang. Kami gak sempat lari apalagi bikin pecut dari sarung
“im, keluarin jurus andalan lo! Kalau gak kita bisa mampus nih.�
Gue menyuruh baim.
“bantai aja udah, gue gak bawa choki-choki.�jawab baim
“terus, pakai tangan aja nih?� tanya gue memastikan apa yang harus kami lakukan
“BNTAI! Maju, ndil..� ucap baim dengan penuh semangat
Baim berlari sendirian menghadapi amuk massa. Dia dikeroyok..
Gue hanya bisa diam. Gue juga takut.
“im, gue bantu doaa aja yaaa.� Gue mengucap pelan.
Pertarungan berjalan dengan tidak seimbang. Gue lihat si baim ngejitakin musuh satu per satu, sambil ketawa-tawa. Maklum, warga sekitar yang jadi lawannya adalah sekumpulan bocah berusia antara 5-10 tahun. Makanya gue malas bantuin.
Kalau ada yang bilang masa SMA adalah masa paling indah, gue yang akan duluan angkat tangan. Gak ada yang pernah nyangka kalau gue harus sekelas tiga tahun berturut-turut dengan mahluk-mahluk aneh dan mengalami petualangan seru. Mulai dari bolos kelas bareng-bareng, pergi ke Dufan pertama kali, petualangan cinta yang gak pernah berhasil, sampai belajar kehilangan sahabat. Ini adalah cerita gue, si anak putih abu-abu. Dan percayalah, kami bukan alay.


Details
ISBN:9786022200345
Author:Ryandi Rachman
Language:INDONESIA
Date Published:2012
Type:SOFT COVER
No. of Pages:232
Dimensions (cm):13 x 19


Comments




OTHER BOOKS BY THE SAME PUBLISHER MORE BY THIS PUBLISHER >
Mother Keder :Emakku Ajaib Bener Ed Revisi
Mother Keder :Emakku Ajaib ...
by VIYANTHI SIL...

Rp 38.000
Rp 32.300
  Kembalinya Si Tinju Api Jaka Kahuruan
Kembalinya Si Tinju Api Jak...
by FAUZY Z

Rp 30.000
Rp 25.500
  First Time In Beijing: Nostalgia Kisah Cinta Semusim Lalu
First Time In Beijing: Nost...
by RIAWANI

Rp 55.000
Rp 46.750
  Kamera Dslr Itu Mudah Vol 2+Vcd
Kamera Dslr Itu Mudah Vol 2...
by ENCHE TJIN

Rp 50.000
Rp 42.500