HOME > BUKU > SASTRA & NOVEL
HOME > BUKU > SASTRA & NOVEL > SASTRA



9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel Ke The Big Apple   9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel Ke The Big Apple
by Iwan Setyawan


Customer Rating:    4.00 out of 5 stars   4.00 out of 5 stars   4.00 out of 5 stars   4.00 out of 5 stars   4.00 out of 5 stars (1 rating )
1 of 1 would purchase this item again
See all Reviews | Write a Review


Product ID: 716089
Availability: IN STOCK
Bonus: Pembatas Buku

 
List Price: Rp 47.000
Online Price: Rp 39.950
You Save: Rp 7.050 (15%)

Quantity:




add to wish list +



 
Share |
Synopsis

Di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri.

Bapaknya, sopir angkot yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya.Tak ada sepeda, tak ada boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi "teman bermain"-nya.

Di tengah kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dan kesempatan memang hanya datang kepada siapa yang siap menerimanya. Dengan kegigihan, anak Kota Apel dapat bekerja di The Big Apple, New York. Sepuluh tahun mengembara di kota Pali.


Details
ISBN:9789792267662
Author:Iwan Setyawan
Language:INDONESIA
Date Published:Februari 2011
Type:SOFT COVER
No. of Pages:233
Dimensions (cm):13.5 x 20

  Customer Reviews  
  Write your own review & share your thoughts with others.

 
 
4 out of 5 stars4 out of 5 stars4 out of 5 stars4 out of 5 stars4 out of 5 stars Iwan Setyawan - 9 Summers 10 Autumns (03/10/2011)
Reviewer: fenny from Jakarta

Kenapa saya memilih membeli buku ini? Sederhana. Karena buku ini “jualan” dengan tagline “Kisah anak sopir angkot yang menjadi direktur di New York City”. Dan saya lagi butuh inspirasi/motivasi. Hehehe..

Berapa banyak dari kita yang bisa sukses di kota New York? Anak sopir angkot pula. Tapi Iwan Setyawan, penulis buku sekaligus sang tokoh utama, membuktikan bahwa dia bisa. Dengan pendidikan dan kerja keras, Iwan bisa berhasil menembus garis tak terlihat yang diakibatkan perbedaan kemampuan ekonomi.

Tapi kalau hanya itu saja, tentunya saya tidak akan repot mereview buku ini kan? Yang membuat novel ini menarik adalah cara penuturan dan sudut pandang yang diambil penulis.

Kisah Iwan ini tidak tertulis secara kronologis. Jangan mengharapkan dia merekap kisahnya secara berurutan dari dia kecil sampai besar. Melainkan, dia mengutip beberapa kisah penting dari masa kecilnya hingga sekarang, dan menuturkannya kepada seorang bocah. Seakan-akan, kita sebagai pembaca hanya mencuri dengar. Bahkan sampai sekarang, saya masih belum mengerti siapa bocah itu, apakah dia benar-benar ‘ada’? Kesan keseluruhan, Iwan seperti sedang melakukan flash back ke masa lalu di sela-sela kehidupannya di New York. Mungkin juga, ini dimaksudkan supaya kita mendapat gambaran perbandingn dalam gaya hidup yang dianutnya, baik yang masih tetap sama, serta yang sudah berbeda.

Kemudian, bukannya menyorot secara langsung bagaimana dia bekerja keras mencari uang demi melanjutkan pendidikan, Iwan bertutur mengenai satu persatu tokoh-tokoh penting dari masa kecilnya. Inti dari cerita ini tidak hanya tentang Iwan. Tapi mengenai betapa pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter seseorang. Orang tua dan empat saudara perempuan Iwan diceritakan satu demi satu di sini, kelebihan maupun kekurangan mereka. Walaupun hidup pas-pasan, tapi mereka satu, mereka saling mendukung. Iwan mencintai mereka semua.

Iwan juga bercerita tentang pertemuannya dengan beberapa orang yang berpengaruh terhadap pola pikir dan jalan hidupnya. Saya merasakan persamaan dengan Iwan di sini. Pengalaman bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang mungkin tanpa mereka sadari, merubah arah hidup kita sama sekali. I’d like to call it meetings by fate.

Dan saya suka sekali pilihan kata-kata Iwan. Bahasa Indonesia yang ia gunakan terdengar terbaca indah dan manis. Salah satu poin yang menjadikan cerita terasa mengalir tanpa beban. Apa mungkin karena belakangan ini saya membaca karya terjemahan ya? Kurangnya kosakata bahasa Indonesia mungkin kurang menangkap makna bahasa asli karya tersebut.

Terakhir, kesan setelah selesai membaca 9 Summers 10 Autums adalah ‘sederhana’. Bukan motivasi berapi-api yang terus menerus dinyatakan. Ini adalah kisah cinta antara Iwan dengan keluarganya, dan kebetulan, cinta itu membawanya ke kota New York.


11 of 12 people found this review helpful.

Was this review helpful to you? yes no   

 

Comments




OTHER BOOKS BY THE SAME AUTHOR  
9 SUMMERS 10 AUTUMNS ( Cover Film )
9 SUMMERS 10 AUTUMNS ( Cove...
by Iwan Setyawan

Rp 47.000
Rp 47.000
  IBUK
IBUK
by IWAN SETYAWAN

Rp 58.000
Rp 49.300
   
OTHER BOOKS BY THE SAME PUBLISHER MORE BY THIS PUBLISHER >
RICH IS A RELIGION: RAHASIA MEMPEROLEH KEKAYAAN SEJATI
RICH IS A RELIGION: RAHASIA...
by MARK STEVENS

Rp 50.000
Rp 42.500
  Cracking Zone
Cracking Zone
by Rhenald Kasali

Rp 130.000
Rp 110.500
  Teenlit: Diary Felly (lanjutan Diary Playgirl Kambuhan)
Teenlit: Diary Felly (lanju...
by Joshua Riwu ...

Rp 30.000
Rp 25.500
  Teenlit: The Joker Jomblo Keren
Teenlit: The Joker Jomblo K...
by Esi Lahur

Rp 35.000
Rp 29.750
 
 
YOUR RECENT HISTORY
CLEAR ALL >
  9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel Ke The Big Apple
9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel ...
   
                         
  Gramedia Alert     Customer Service   Company Info   Secure Shopping    
                         
    Receive specials, discounts, and promotions straight to your inbox.

    Customer Care
FAQs
Our Policies
Payment Confirmation
  About Us
Store Locations
Gramedia News
Gramedia Events
Affiliate Program
Careers
  How to Buy
How to Pay
Privacy Policy
Return Policy
Testimonials